Bahaya Campak Rubella

Mari ketahui mengenai Bahaya Campak Rubella yang sekarang ini sedang ramai diperbincangkan karena penyebarannya yang sudah memasuki wilayah Indonesia.

Bahaya Campak Rubella

Bahaya Campak Rubella

Bermacam penyakit campak mungkin sudah tidak asing lagi namanya di masyarakat kita. Namun berbeda halnya dengan penyakit Rubella dan Conginetal Rubella Syndrome (CRS). Akibat kurangnya informasi terkait dua hal itu, maka program vaksinasi Rubella oleh pemerintah agak terkendala.

Merujuk data Kementerian Kesehatan, sasaran dari program imunisasi ini 75 % di antaranya berusia 7-15 tahun. Sisanya berusia enam tahun ke bawah. Imunisasi campak dan rubella dapat memberikan kekebalan yang sangat tinggi, hingga lebih dari 90 persen. Namun, vaksinasi harus dilakukan berulang. Selain itu, tidak cukup dilakukan waktu kecil saja, karena memerlukan pengulangan.

Menurut Kepala Divisi Tumbuh Kembang Pediatrik Sosial Fakultas Kedokteran Unpad – RS Hasan Sadikin, Kusnandi Rusmil, Rubella sering juga disebut sebagai campak Jerman karena gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini, seperti demam ringan, adanya bercak kemerahan atau ruam makulopapuler di kulit terutama di wajah, lengan dan kulit kepala, mirip campak biasa.

Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella.

Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

Rubella sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya. Siapapun yang tidak divaksinasi terhadap Campak Jerman berisiko terkena penyakit ini. Virus ini paling berbahaya jika ibu hamil terinfeksi pada awal kehamilan, terutama pada 12 minggu pertama (trimester pertama).

Rubella sangat berbahaya, karena jika menular ke ibu hamil pada awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai Sindroma Rubella Konginetal atau Conginetal Rubella Syndrome (CRS).

Sedangkan Congenital Rubella Syndrome (CRS) adalah kondisi yang terjadi pada janin di dalam rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS dapat mempengaruhi hampir segala sesuatu di tubuh bayi yang sedang berkembang. Ruam umumnya pertama kali muncul pada wajah dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, dan berlangsung sekitar tiga hari.

Campak dan rubella ini dua-duanya virusnya menyerang anak, penyakit anak. Kalau tak diintervensi sebelum 15 tahun, kami khawatir ibu hamil yang terinfeksi bisa sebabkan cacat bawaan pada buah hatinya. infeksi itu juga dapat mengakibatkan gangguan perkembangan lainnya, seperti pembesaran hati dan limpa, berat badan lahir rendah, Diabetes tipe 1 dan Hipertiroid. Yang paling berbahaya tegasnya adalah terjadinya kematian bayi di dalam kandungan. Untuk mencegah terjadinya CRS, imunisasi dengan vaksin MR merupakan upaya pencegahan yang terbaik.

Beberapa orang dewasa juga mungkin memiliki sakit kepala, mata merah dan badan pegal-pegal selama 3 sampai 10 hari. Sekitar 25 sampai 50% dari orang yang terinfeksi tidak akan mengalami gejala apapun. Begitu terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu. Potensi tertinggi penderita untuk menularkan rubella biasanya pada hari pertama sampai hari ke-5 setelah ruam muncul.

Resiko infeksi tertinggi ialah pada 10 minggu awal kehamilan. Janin beresiko tinggi mengalami kelainan telinga, mata dan jantung. Gangguan pendengaran terjadi jika terinfeksi di usia gestasi 18 minggu. Cacat struktur jantung dan mata terjadi jika infeksi di usia gestasi kurang dari 8 minggu.

Pengobatan

Ruam kemerahan akibat rubella memiliki karakteristik yang mirip dengan ruam-ruam lain. Guna memastikan diagnosis, dokter biasanya mengambil sampel air liur atau darah untuk diperiksa di laboratorium. Pada ibu hamil, 90% kemungkinan ia menularkan virus ke janinnya. Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Menurut WHO, angka CSR tertinggi ada di kawasan Afrika dan Asia Tenggara di mana cakupan vaksin berada di angka terendah.

Rubella atau Campak Jerman menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Orang yang terjangkit virus ini dapat menyebarkan penyakit kepada orang lain hingga satu minggu sebelum ruam muncul, dan tetap menular sampai 7 hari setelahnya.

Tidak ada obat khusus untuk mengobati rubella atau membuat penyakit ini sembuh lebih cepat. Dalam banyak kasus, gejala ringan dapat dirawat dengan istirahat dan obat-obatan untuk demam. Pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala, namun bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella. Klik disini untuk informasi lebih lengkapnya lagi mengenai pengobatan terbaik untuk mengobati campak rubella 🙂

Pencegahan Rubella

Pemerintah kini sedang mengampanyekan pemberian vaksin MR menggantikan vaksin MMR. Vaksin MR ini memberikan perlindungan terhadap penyakit campak dan rubella. Sebelumnya, pencegahan rubella tergabung dalam vaksin kombinasi MMR yang juga mencegah campak dan gondong.

Vaksin MMR diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari program vaksinasi rutin. Dosis pertama diberikan pada sekitar 12-13 bulan dan dosis kedua sebelum mereka mulai sekolah, biasanya antara tiga sampai lima tahun. Orang dewasa dan anak-anak yang hanya mendapatkan satu kali suntikan vaksin MMR, dapat mendapatkan vaksin MR pada usia berapa pun. Apabila Anak sudah pernah mendapat vaksin MMR, vaksin MR ini juga boleh diberikan.

Mereka yang tidak memiliki atau sedikit memiliki antibodi rubella akan ditawarkan vaksin MMR. Vaksin ini dapat diberikan setiap saat hingga satu bulan sebelum mendapatkan kehamilan. NHS mengatakan bahwa ibu menyusui aman untuk mendapatkan vaksin MMR.

Jika hasil tes menunjukkan bahwa seorang wanita belum memiliki kekebalan terhadap rubella, dokter akan menganjurkannya untuk menerima vaksin MR. Setelah itu, dia harus menunggu minimal 4 minggu untuk hamil. Harap diingat bahwa vaksinasi ini tidak boleh dijalani saat sedang hamil.

BY : www.walatragamatemaskapsul.co.id
Kunjungi juga informasi populer :
Obat herbal campak rubella
Bahaya Campak Rubella Bahaya Campak Rubella Bahaya Campak Rubella Bahaya Campak Rubella Bahaya Campak Rubella Bahaya Campak Rubella Bahaya Campak Rubella Bahaya Campak Rubella

Tinggalkan komentar


CATATAN - Anda bisa menggunakan HTML Label dan atribut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>